Gereja Katolik Maria Ratu Ge’tengan

SEJARAH SINGKAT

GEREJA KATOLIK MARIA RATU GE’TENGAN

            Pusat Paroki Santo Paulus Mengkendek semula berkedudukan di Stasi Minanga. Sekitar tahun 1970, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja memindahkan pusat pemerintahan Kecamatan Mengkendek dari Mebali ke wilayah Ge’tengan, sebuah kawasan hutan yang baru dibebaskan sekitar 150 ha untuk pengembangan kota Ge’tengan. Sejak itu fasilitas umum mulai dibangun oleh pemerintah seperti Puskesmas, Koramil, SD Inpres, SMP Negeri dan SMA Negeri. Perumahan penduduk pun mulai berkembang.

Dari segi kehidupan beragama, pemerintah memberi kesempatan bagi umat beragama di sekitar Ge’tengan untuk mengajukan permohonan mendapatkan lokasi pembangunan rumah ibadat. Umat Katolik yang saat itu menetap di wilayah Ge’tengan dan Mebali merupakan salah satu rukun dari Stasi Minanga sebagai Pusat Paroki Mengkendek saat itu. Dari hasil pendataan pada tahun 1983 yang dilakukan antara lain oleh Bpk. Lapu’ Lolok dan Bpk. Aris Mangando atas permintaan Katekis Bartolomeus Banne saat itu, diketahui bahwa jumlah umat lebih dari 30 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa, dan sudah memenuhi untuk menjadi sebuah stasi. Oleh karena itu, katekis bersama beberapa umat saat itu segera mengajukan permohonan ke pihak pemerintah dalam hal Camat Mengkendek untuk dapat mendirikan rumah ibadah. Atas persetujuan Camat Mengkendek, dipilihlah sebuah lokasi di ujung sebuah kolam alam di Ge’tengan dengan luas sekitar ¾ ha, berdekatan dengan bekas kawasan peternakan milik keuskupan yang kemudian ditarik kembali oleh pemerintah. Di atas lokasi tersebut umat segera memanfaatkan bekas kandang ayam yang diangkat secara gotong royong oleh umat dibantu oleh siswa-siswa SMP Negeri Ge’tengan dari bekas lokasi peternakan keuskapan untuk dijadikan gereja darurat dengan status Stasi Maria Ratu Ge’tengan atas persetujuan Pastor Paroki Santo Paulus Mengkendek. Pastor Paroki saat itu dijabat oleh P. Hendrik Nyiolah, Pr yang dibantu oleh seorang Frater Top-er, yakni Fr. Alex Lethe. Lokasi gereja pertama tersebut kini sudah dibeli oleh Kongregasi Frater CMM dan difungsikan sebagai Asrama Putra dan Poliklinik St. Vincentius yang dikelola oleh Frater CMM.

Perkembangan pembangunan baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat semakin pesat sehingga pemerintah memberikan himbauan agar bangunan-bangunan rumah ibadah segera diganti dengan bangunan permanen dalam rangka penataan dan keindahan kota sebagai pusat pemerintahan kecamatan. Berdasarkan hal tersebut pada awal tahun 1984 dibangunlah sebuah gereja permanen dengan ukuran 16 x 16 meter dilengkapi dengan bangunan pastoran di sisi sebelah timur lokasi. Pada tahun 1985 gereja baru tersebut diberkati sekaligus pemindahan secara resmi Pusat Paroki Santo Paulus Mengkendek dari Stasi Minanga ke Stasi Ge’tengan. Pemindahan pusat paroki tersebut antara lain untuk mengikuti atau mengimbangi pusat pemerintahan yang telah lebih dahulu dipindahkan dari Mebali ke Ge’tengan.

Dalam perjalanan perkembangan Stasi Ge’tengan yang telah menjadi Pusat Paroki Santo Paulus Mengkendek, maka pada tahun 1993 atas prakarsa P. Leo Paliling, Pr, pastor paroki saat itu, dibangunlah sebuah Gua Maria di tengah kolam alam yang ada dalam lokasi gereja. Kolam alam tersebut sebelumnya merupakan kolam yang dulunya dianggap keramat oleh masyarakat sekitar dan hanya dihuni oleh burung-burung belibis dan tempat minum bagi binatang-binatang liar (seperti babi hutan, rusa,kerbau). Gua tersebut disebut Gua Maria Ratu sesuai dengan nama pelindung Stasi Ge’tengan. Pembangunan Gua Maria di lokasi tersebut selain sangat strategis dan indah, juga untuk tetap melestarikan kolam alam tersebut sesuai dengan saran-saran dari tokoh-tokoh umat saat itu. Sejak saat itu hingga sekarang, Gua Maria Ratu tersebut menjadi salah satu tempat tujuan ziarah Bunda Maria bagi umat Katolik di Tana Toraja, bahkan se-Keuskupan Agung Makassar.

Seiring dengan perkembangan kota Ge’tengan yang semakin pesat, maka pertumbuhan umat Katolik di Ge’tengan juga semakin pesat. Atas saran P. Leo Paliling, Pr saat itu bangunan gereja yang lama kemudian diperluas  dengan membobol dinding bagian utara dan menambah bangunan sehingga menjadi 16 x 32 meter. Pada masa ini juga, luas tanah lokasi gereja bertambah dengan dibelinya sebidang tanah di sebelah utara pastoran. Lokasi inilah yang sekarang sering digunakan sebagai tempat kegiatan camping serta berbagai kegiatan lainnya. Kemudian pada saat P. Robby Lamba’, Pr menjadi pastor paroki, bagian dalam gereja mengalami renovasi, antara lain pemasangan tegel untuk lantai. Lokasi tanah gereja pada masa tersebut mengalami pengurangan dengan dibelinya sebidang tanah oleh pihak Kongregasi Frater CMM, tepatnya di lokasi gereja lama, dan sekarang ini digunakan oleh Frater CMM mendirikan Asrama Putra dan Poliklinik Kesehatan. Semua proses jual beli tersebut diketahui dan disetujui oleh pihak keuskupan. Dengan demikian luas tanah gereja yang ada saat ini kurang lebih 2 ha.

Dalam perjalanan waktu mulai muncul kebutuhan dan pemikiran untuk menata secara apik dan teratur lokasi gereja yang luasnya kurang lebih 2 ha tersebut. Hal tersebut didukung oleh letak geografis yang sangat strategis, sejuk dan tenang, sehingga seringkali digunakan sebagai tempat ziarah, camping, dan kegiatan-kegiatan lainnya, baik di lingkup paroki maupun lingkup yang lebih luas se-kevikepan bahkan keuskupan. Sehubungan dengan hal tersebut juga mulai dibangun gagasan untuk membangun gedung gereja yang baru pada posisi yang lebih strategis, mengingat gedung gereja yang lama selain mulai tua dan butuh renovasi, bentuknya juga kelihatan kurang estetis setelah beberapa kali perubahan bentuk, serta tentu saja jumlah umat se-paroki yang mengalami pertumbuhan pesat. Atas dorongan dan prakarsa P. Johni Kanan, Pr, sebagai Pastor Paroki saat itu, akhirnya terbentuklah Panitia Pembangunan Gereja Maria Ratu Ge’tengan yang diketuai oleh Bapak. N.T. Tandiarrang pada tanggal 03 September 2006. Dan, pada tanggal 10 Oktober 2007 Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada’, Pr, berkenan melakukan Peletakan Batu Pertama yang menandai secara resmi dimulainya Pembangunan Gereja Maria Ratu Ge’tengan yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.